Home » Materi ORU » Materi TEKHNIK RADIO

Materi TEKHNIK RADIO

Namakuzo 30 Aug 2023 124

TEKHNIK RADIO

1.       1.      Untuk mengukur kuat
signal yang di terima di gunakan alat? A. Field
strength meter

2.      
Frekuensi 1525 KHz merambat melalui? A. Ground wave
3.      
Frekuensi 1525 KHz termasuk dalam band? A.
16
  b. tidak ada
yang benar
  c. 17  d. 11
4.      
Ukuran antenna 0,25 x T
di pakai untuk band? B. MF

5.      
Stasiun pantai dengan
panjang gelombang 137.48 meter maka Frekuensinya  adalah: d. 2182 KHz

6.      
Apabila hendak mengukur
kedalaman laut, maka digunakan alat ukur? C. Echo
sounder

7.      
Antena untuk VHF radio di
atas kapal adalah: c. Antenna whip

8.      
Aki akan menghasilkan
arus/tegangan ? b. DC (searah)

9.       Pengoperasian komunikasi untuk radio telephony dari kapal
ke kapal pada Channel 13 di gunakan sebagai? 
C. Channel Simpleks.

10.  
Channel 70 mempunyai Frekuensi? C. 156.525 MHz
11.  
Propagasi radio untuk signal radio pada VHF
Ch-16 adalah?
A. Direct wave (line of sight)
12.  
Band Audio frequency (AF) mempunyai range …? A. 16 Hz – 16 KHz
13.  
Gelombang radio / gelombang elektromagnetik
bergerak dengan kecepatan ..?
b. 30000 x 104
m/detik

14.  
Semakin rendah Frekuensi
maka Panjang gelombang:.. a. Semakin panjang

15.  
Stasiun pantai memancar
pada Frekuensi 2821 KHz , maka panjang antenanya adalah:.. c. 26.58 meter

16.   Apabila di gunakan 2
Frekuensi yang berbeda, maka maka komunikasi tersebuat adalah?..
a. Dupleks
17.   Radar di gunakan untuk
mengukur?..
c. Jarak di
daratan
.
18.   Apabila di kehendaki
jangkauan signal lebih jauh, sebaiknya di gunakan band Frekuensi? ..
c. High Frequency
19.  
Kecepatan
rembat suara lebih cepat dari kecepatan gelombang radio:….
B.
salah

20.  
Kuat signal
yang di terima oleh receiver lazimnya dalam satuan?
  C. Volt
21.  
Daya pancar
dari pemancar di tetapkan dalam satuan ?..
a. Watt
22.  
Antenna untuk
perangkat NAVTEX receiversecara umum adalah:..
c. Antenna Parabola dengan
proteksi berupa Dome.

23.   Stasiun Pantai mengudara
pada Panjang gelombang 1.916 meter berarti channel nya adalah :..
d. Channel 70
24.  
Insulator di
masukkan dalam sistem antenna dengan tujuan untuk memberikan…?
A.
Resistansi electromagnetic yang tinggi

25.   Kominkasi yang sangat di
pengaruhi oleh ketinggian antenna adalah…:
a. VHF
26.  
Berapa
rentang Frekuensi VHF (very high frequency)?…
a. 30 MHz – 300 MHz
27.  
Sistem
manakah yang paling rentan di pengaruhi oleh gangguan athmosfir?..
b.
Telephony Radio MF/HF

 

Tambahan

1.      
Pada system dupleks maka
jumlah antenna yang di gunakan …..? 1 buah

2.      
Empat buah aki masing –
masing 48 V/80 Ah apabila di hubungkan seri maka Ah total aki…? 80 Ah

3.      
Besar arus pengisian
untuk aki sekurang – kurangnya…… ? 0.05 x Kapasitas
aki dalam Ah/ 0.10 x Kapasitor aki dalam Ah

4.      
Detektor pada receiver berfungsi untuk memisahkan
….? Informasi dari Frekuensi Carrier

5.      
Pemancar pada DSC Channel (2187.5KHz) maka
ukuran antenna yang sesuai adalah….. ? 34.28 meter

6.      
Sebuah pemancar SSB dengan daya pemancar 175
watt menggyunakan 6 buah aki masing – masing 12 Volt/ 65 Ah, Jika perangkat
memerlukan Voltage 24 Volt, maka aki dapat di gunakan selama…? 26.748 Jam

7.      
Jika di gunakan Frekuensi
yang sama untuk memancar dan menerima, maka system komunikasi radio
tersebut…? Simpleks

8.      
Jika sumber energy utama
di dalam kapal mengalami gangguan maka sumber energy cadangan harus mampu bertahan….
? 6 Jam

9.      
Salah satu tujuan modulasi….? Proses penumpangan signal informasi ke signal pembawa
(Carrier)

10.  
Pemancar pad Frekuensi 2182 KHz (Medium
Frequency) maka panjang gelombang …..? 137.48 meter

11.  
Jika di perlukan Voltage lebih tinggi maka
beberapa buah aki harus di hubungkan secara…? Seri

12.  
Band Ultra High Frequency (UHF) merambat
melalui….? Space wave

13.  
Frekuensi modulasi lebih menguntungkan jika di
bandingkan dengan amplitude modulasi….? Masing-masing mempunyai
kelebihan dan kekuarangan

14.  
Untuk Band High Frequency (HF) maka ukuran
antenna yang sesuai …..? 1/4 Lambda

15.  
Gelombang radio mempunyai kecepatan rambat
yang sama dengan….? Cahaya

16.  
Rangkaian Tunning terdiri
dari komponen…? Kapacitor variable dan L

17.  
Pada Band Low Frequency (LF) apabila antenna
di buat semakin tinggi maka signal yang di pancarkan…? Tidak
berpengaruh

18.  
Antenna YAGI memancarkan
signal…? Lebih kuat ke satu arah

19.  
Kuat signal yang di terima oleh receiver
lazimnya dalam satuan …? Volt

20.  
Pita Frekuensi radio high frequency (HF)
sebaiknya digunakan untuk komunikasi radio jarak…. ?
Jauh

21.  
Antenna Parabolla
biasanya di buat dari bahan …? Allumunium

22.  
Pada transmitter fungsi antenna adalah…? Memancarkan signal

23.  
Perlambatan LOS ( line Of Sight) adalah signal
yang di pancarkan oleh Transmitter…..? Langsung ke
receiver

24.  
Arus DC mempunya Frekuensi ….? 0 Hz

25.  
Frekuensi Radio di
definisikan sebagai…?
Banyaknya gelombang radio
elektromagnetik yang terjadi dalam 1 detik

26.  
Pancaran dengan identifikasi apakah yang di
larang di lakukan oleh seorang operator radio….. ? Memancarkan
dengan identitas palsu atau yang menyesatkan

27.  
Apa yang harus dilakukan oleh operator radio
kapal pada saat mendengar tanda/signal keselamatan…? Mendengarkan
dan tidak mengganggu.

28.  
Ketika seorang operator
radio yang sedang jaga mendengar kata PAN PAN di ucapkan 3x dia akan menerima
informasi mengenai…..? Orang jatuh ke laut

29.  
Prosedur pengiriman marabahaya telephony radio
dengan urutan yang benar….?

30.  
Tenaga ahli adalah seorang yang di
kirim oleh, baik antara lain…? Pemerintah atau
administrasi negara

31.  
Sebuah layanan komunikasi radio dimana
transmisi di maksudkan untuk penerimaan langsung oleh masyarakat umum yang mencakup
segala jenis transmisi di sebut…? Dinas Siaran

32.  
Untuk mencapai penyediaan layanan yang
memuaskan terkait soal nomer 12 .. maka negara-negara anggota harus berusaha…? Menerapkan kemajuan teknis terbaru sesegera mungkin

33.  
Semua kapal dengan tonnase 300 atau lebih
dengan pelayaran inertnasional dan semua kapal kargo ber tonnase kotor 500 atau
lebih yang tidak termasuk dalam pelayaran internasional serta ka[pal penumpang
semua ukuran harus di lengkapi dengan system identifikasi otomatis (AIS) pada
atau setelah ….? 1 (satu) July 2002

34.  
What signal is used to allow a scanning
receiver to stop and detect in MF or HF DSC Distress message… ? 200 Bit 100 baud dot pattern is receiver.Mhz

35.  
Yang termasuk HF adalah?  C. 3000KHz-30000KHz
atau 3MHz-300


Definisi

Komunikasi
Radio :

Kegiatan
telekomunikasi dengan perantaraan gelombang radio yang mencakup transmisi,emisi
dan atau penerimaan gelombang-gelombang radio untuk tujuan telekomunikasi
tertentu

Komunikasi
Radio Terestrial

Setiap
komunikasi radio selain komunikasi radio ruang angkasa atau radio astronomi

Stasiun Radio
:

Satu atau
beberapa perangkat pemancar dan atau pesawat penerima termasuk perlengkapannya
yang diperlukan disuatu tempat / lokasi untuk menyelenggarakan komunikasi radio

 

       Gelombang Radio (Gelombang
Elektromaknetik)

adalah
Gelombang energi yang terdiri dari Gelombang listrik dan gelombang  maknit yang merambat secara bersama di udara
dan bisa juga merambat di ruang hampa udara

 

Frekuensi
radio (f) adalah banyaknya gelombang radio dalam satu detik (Herz)

Periode (T)
adalah lamanya waktu yang dibutuhkan 1 siklus gelombang radio

 

Panjang
gelombang (Lamda) adalah jarak antara satu puncak rambatan gelombang sinusoida
dengan puncak lainnya

 

λ 
=  C / F

dimana      λ  = panjang Gelombang (m)

                C  = Kecep. Cahaya = 300.000.000 m/sec

                F   = frekuensi (Hz)

 

Pembagian
Frekuensi

NAMA

RENTANG
FREKUENSI

DINAS
MARITIM

TELEGRAPHY/   NBDP

BAND X

405 – 535 KHz

500 kHz,
512 kHz

BAND Y

1605 –
2850 KHz

2 MHz

BAND Z

4000 –
27500 KHz

4 Mhz, 6
Mhz, 8 Mhz, 12 Mhz, 16 Mhz, 22 Mhz

TELEPHONY

BAND T

1605 – 4000 KHz

2182 Khz

BAND U

4000 –
27.500 KHz

4 Mhz, 6
Mhz, 8Mhz, 12 Mhz, 16 Mhz, 22 Mhz

BAND V

156 –
174 MHz

156.300
Mhz, 156.800 Mhz, 156.650 Mhz

 

 

Propagasi
(Perambatan) Gelombang Radio

·      
Makna
inti dari propagasi suatu gelombang radio adalah menyebarkan (transmisi)
gelombang elektromagnetik di udara bebas.

·      
Gelombang
dapat merambat melalui medium, antara lain :

1.      
Padat

2.      
Cair

3.      
Udara

 

Propagasi
Ruang Bebas

Seperti kita
ketahui bahwa permukaan bumi dapat mengubah propagasi suatu gelombang, dengan
demikian kondisi yang ideal dari ruang bebas di mana gelombang elektromagnitik
dipancarkan dapat kita asumsikan.

Dengan kita
anggap bahwa daya sebesat P watt diradiasikan atau dipancarkan dari suatu
antena pemancar di udara bebas ke segala penjuru dalam bentuk yang seragam

 

Propagasi
Antar Dua Titik di Bumi

Bila kita
deskripsikan Jenis – jenis gelombang yang ada dapat dibedakan menbjadi empat
macam. Penjelasan untuk jenis gelombang itu adalah sebagai berikut :

1.      
Gelombang
terarah antara dua titik. Propagasi gelombang yang demikian biasa disebut
dengan propagasi segaris pandang  (Line
of sight).

2.      
Gelombang
terpantul, yakni merupakan gelombang yang datang setelah adanya pantulan pada
suatu titik antara di permukaan bumi.

3.      
Gelombang
permukaan, yakni merupakan gelombang yang merapat pada permukaan bumi mengikuti
kelengkungan yang ada.

4.      
Gelombang
Ionesferik atau gelombang langit merupakan gelombang yang mengarah ke atas
langit meninggalkan pemancar kemudian bengkok karena ada lapisan kondusif dari
lapisan pada atmosfir yang lebih tinggi, setelah itu kembali ke permukaan bumi.

 

 

PEMBAGIAN
FREKUENSI RADIO BARDASARKAN SIFAT PROPAGASI GELOMBANG RADIO

 

NAMA

PROPAGASI

DINAS MARITIM

VERY LOW FREQUENCY(VLF)

GROUND WAVE

RADIO BEACON

LOW FREQUENCY (LF)

GROUND
WAVE

RADIO BEACON

MEDIUM FREQUENCY (MF)

GROUND
WAVE

NAVTEX, DSC DAN VOICE COMMUNICATION

HIGH FREQUENCY (HF)

SKY WAVE

NAVTEX, DSC, VOICE, NBDP, DAN DATA COMMUNICATION

VERY HIGH FREQUENCY (VHF)

SPACE WAVE

DSC, VOICE DAN DATA COMMUNICATION

ULTRA HIGH FREQUENCY (UHF)

SPACE
WAVE

VOICE COMMUNICATION, SATELITE COMMUNICATION

SUPER HIGHT FREQUENCY (SHF)

SPACE
WAVE

VOICE
COMMUNICATION, SATELITE COMMUNICATION

EXTREMELY HIGH FREQUENCY (EHF)

SPACE
WAVE

VOICE
COMMUNICATION, SATELITE COMMUNICATION

 

 

GROUND WAVE
ADALAH GELOMBANG RADIO YANMG ARAH PERAMBATANNYA MENGIKUTI LENGKUNG BUMI

SKY WAVE
ADALAH GELOMBANG RADIO YANG ARAH PERAMBATANNYA KE ANGKASA DAN DAPAT DIPANTULKAN
OLEH LAPISAN IONOSfer

SPACE WAVE
ADALAH GELOMBANG RADIO YANG ARAH PERAMBATANNYA LURUS SEPERTI SINAR

KOMUNIKASI RADIO

      
Adalah
komunikasi menggunakan gelombang radio, 
dengan  peralatan berupa  Radio Pemancar, Penerima dan peralatan
penunjang lainnya

 

Jenis Modulasi

       MODULASI ANALOG

   1.  Amplitudo Modulasi (AM)

   2.  Frekuensi Modulasi (FM)

   3.  Phase Modulasi (PM)

       MODULASI DIGITAL

   1.  Amplitudo Shift Keying (ASK)

   2.  Frequency Shift Keying (FSK)

   3.  Phase Shift Keying (PSK)

 

Amplitudo Modulasi

       Adalah proses penumpangan gelombang
informasi pada gelombang pembawa, dimana perubahan frekuensi gelombang
informasi terletak pada perubahan amplitude gelombang pembawa

       Cara Kerja : Sinyal pemodulasi atau
sinyal informasi mengubah amplitude sinyal pembawa

 

Frekuensi Modulasi (FM)

FM adalah proses penumpangan gelombang informasi pada gelombang pembawa
dimana perubahan frekuensi gelombanmg informasi terletak pada perubahan
Frekuensi gelombanmg  pembawa.

Cara Kerja : Frekuensi gelombang carrier akan berubah seiring perubahan
sinyal suara atau informasi lainnya.

 

Phase Modulasi

PM Adalah proses penumpangan gelombang informasi pada gelombang pembawa
dimana perubahan frekuensi gelombang informasi terletak pada perubahan phase             gelombang pembawa

Cara Kerja:Menggunakan perbedaan
sudut fasa dari sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital

 

Modulasi digital

Merupakan proses penumpangan sinyal
digital (bit stream) ke dalam sinyal carrier.
Modulasi digital sebetulnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat
gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya (modulated
carrier) memeiliki ciri-ciri dari bit-bit ( 0 atau 1 )   yang dikandungnya.

 

       KELAS EMISI

        Penyataan suatu kelas Emisi ditandai huruf dan
angka yang menyatakan deretan kelebaran band yang diperlukan dan suatu kode
yang menunjukkan jenis emisi. Lebar band dinyatakan dalam 4 karakter dan jenis
emisi dinyatakan dalam 3 karakter, dengan susunan sebagai berikut :

     1  2  
3     4                                               
5         6        7

        Lebar Band Maksimal                                             l
Jenis Emisi

       Lebar band dinyatakan pada karakter
ke 1 s/d karakter ke 4 yang terdiri tiga angka dan satu huruf, Huruf tersebut
menggantikan posisi koma, desimal dan menunjukkan stun band dengan ketentuan
karakter pertama tidak boleh angka nol, huruf yang digunakan adalah G, M, K,
dan H

 

Kelas Emisi

       Antara 1 s/d 999 Hertz dinyatakan
dalam Hz dengan simbol H

       Antara 1 s/d 999 Kilo Hertz
dinyatakan dalam KHz dengan simbol K • Antara 1 s/d 999 Mega Hertz dinyatakan
dalam MHz dengan simbol M • Antara 1 s/d 999 Giga Hertz dinyatakan dalam Ghz
dengan simbol G

·      
Contoh
: 200 Hz ditulis 200H 2,2 Khz ditulis 2K20 16 Khz ditulis 16K0
Pengidentifikasian Jenis Emisi dinyatakan karakter ke 5 s/d karakter ke 7 yang
terdiri atas angka huruf dan angka yang masing msing mempunyai arti

      
Huruf
pertama menunjukkan Sistim Modolasi yang digunakan

      
Angka
menunjukkan Jenis Signal Permodulasi

      
Huruf
terakhir menunjukkan Jenis Informasi yang di transmisikan

 

Pengidentifikasian
Jenis emisi dan artinya

       A1A Telegraphi dengan
menghidupkan-matikan pancaran tanpa modulasi

       A1B Telegraphi otomatis dengan cara
menghidupkan-matikan pancaran tanpa modulasi

       A2A Telegraphi dengan cara
menghidupkan-matikan frekuensi audio per-modulasi amplitudo, atau dengan cara
menghidup-matikan pancaran bermodulasi

       A2B Telegraphi otomatis dengan cara
menghidupkan-matikan frekuensi audio permodulasi amplitudo, atau dengan cara
menghidup-matikan pancaran bermodulasi

       A3E Telephoni dengan Band samping
ganda ( DSB )

       F1A Telegraphi dengan cara
mengontrol pergeseran frekuensi tanpa menggunakan modulasi frekuensi audio

       F1B Telegraphi otomatis dengan cara
mengontrol pergeseran frekuensi tanpa menggunakan modulasi frekuensi audio,
satu dari dua frekuensi yang dipancarkan pada saat tertentu

       F2A Telegraphi dengan cara
menghidupkan-matikan frekuensi audio per-modulasi atau dengan cara
menghidup-matikan pancaran bermodulasi frekuensi

        F2B Telegraphi otomatis dengan cara
menghidupkan-matikan frekuensi audio permodulasi atau dengan cara
menghidup-matikan pancaran bermodulasi frekuensi

        F3C Pancaran Faksimile dangan modulasi
frekuensi

       F3E Telephoni dengan modulasi
frekuensi

       G1A Telegraphi dengan cara
mengontrol perubahan fasa tanpa menggunakan frekuensi audio

       G1B Telegraphi otomatis dengan cara
mengontrol perubahan fasa tanpa menggunakan frekuensi audio

       G2B Telegraphi dengan cara
mengontrol perubahan fasa dengan menggunakan frekuensi audio

       G3E Telephoni dengan frekuensi fasa

        H3E Telephoni dengan band smping tunggal ( SSB
) dengan gelombang pembawa penuh pada modulasi amplitudo

       J3E Telephoni dengan band smping
tunggal ( SSB ) dengan gelombang pembawa yang sebagian besar dikurangi

       R3E Telephoni dengan band samping
tunggal ( SSB ) dengan gelombang pembawa yang dikurangi

 

 

       Transmitter (TX) adalah perangkat radio yang
digunakan untuk menghasilkan gelombang listrik frekuensi tinggi yang berisi
data dan informasi untuk dipancarkan sebagai gelombang radio melalui antenna
pemancar

 

       Receiver (RX) adalah perangkat radio yang
digunakan untuk menerima gelombang radio dari Antena penerima dan memisahkan
data dan informasi nya dari gelombang radio yang diterima

 

      
ANTENA PEMANCAR

Peralatan penunjang perangkat radio yang merubah  getaran listrik frekuensi  tinggi yang dihasilkan oleh pesawat pemancar
menjadi gelombanmg radio dan meradiasikannya 
ke udara

 

      
ANTENA PENERIMA

Peralatan penunjang perangkat radio yang merubah  gelombang radio yang diterima menjadi gelombang listrik  frekuensi tinggi dan meneruskannya ke
pesawat penerima

 

1. Simplex

      
Simplex
adalah salah satu bentuk komunikasi antara dua belah pihak, di mana
sinyal-sinyal dikirim secara satu arah. Metode transmisi ini berbeda dengan
metode full-duplex yang mampu mengirim sinyal dan menerima secara sekaligus
dalam satu waktu, atau half-duplex yang mampu mengirim sinyal dan menerima
sinyal meski tidak dalam satu waktu. Transmisi secara simplex terjadi di dalam
beberapa teknologi komunikasi, seperti siaran televisi atau siaran radio.

      
Half-duplex  merupakan sebuah mode komunikasi di mana
data dapat ditransmisikan atau diterima secara dua arah tapi tidak dapat secara
bersama-sama.
 

      
Full Duplex

Dalam komunikasi full-duplex, dua pihak yang saling berkomunikasi akan
mengirimkan informasi dan menerima informasi dalam waktu yang sama, dan umumnya
membutuhkan dua jalur komunikasi.

       Antenna

Secara umum, antenna adalah alat yang berfungsi untuk menerima dan mengirim
gelombang elektromagnetik, bias dikatakan alat ini bersifat pasif.Artinya,
bukan sebagai penguat sinyal melainkan hanya berfungsi  utnuk memfokuskan sinyal pada frekuensi
tertentu saja.
Antena
biasanya terbuat dari bahan yang bersifat konduktor (berjenis logam)

 

Cara Kerja Antenna

  1. Sinyal-sinyal listrik yang
    tertangkap oleh anyena tersebut selanjutnya akan akan dialirkan melalui
    kabel, sehingga sinyal tersebut nantinya difokuskan paad frekuensi
    tertentu sehingga kita dapat menikmati berbagai saluran berkat adanya alat
    tersebut.
  2. Sebaliknya ada juga jenis
    antenna yang bersifat sebagai pengirim gelombang, jadi alat tersebut juga
    dapat memancarkan sinyal lektromagnetik yang berupa gelombang,proses
    selanjutnya  gelombang yang
    dihasilkan oleh antenna nantinya kan dipancarkan kembali keruang bebas.

 

Contoh
Antenna

      
Antena
TV         

      
Antena
Radio

      
Antena
Wifi

      
Antena
Modem dan lain sebagainya.

 

      
Cara kerja dari masing-masing alat tersebut bias
dikatakan tidak jauh berbeda, yang membedakan hanyalah karakteristik serta
kemampuanannya dalam menangkap gelombang

 

Parameter
Kerja Antenna

Pada saat memilih
antena, Anda perlu mengetahui beberapa karakteristik yang perlu dipertimbangkan
dalam pemilihan alat tersebut.
Simak informasi mengenai jenis antena dan karakteristiknya berikut ini:

1.      
Pola
Radiasi

2.      
Gain

3.      
Polarisasi

 

Parameter
Kinerja Antenna

1)     
Pola
Radiasi

Pola radiasi
merupakan pola yang berbentuk berdasarkan dua radiasi sinyal yaitu :

a)      
Pola
Elevasi yaitu pola yang berbentuk pada irisan bidang elevasi.             

b)     
Pola
Azimuth yaitu pola yang berbentuk pada bidang azimuth

 

2)     
Gain
yaitu merupakan kemampuan antena untuk meradiasikan  sinyal tertentu dalam satuan decibel.

3)     
Polarisasi
yaitu sebagai arah rambat dari sebuah medan listrik

 

Jenis-Jenis Antenna dan fungsinya

1.      
 Antena directional yang berfungsi sebagai  pemancar dan penerima

  1.  Antena Omnidirectional yaitu antenna yang
    bersifat  sebagai penerima saja.

Contoh
Antena

1.      
Antena
Grid

2.      
Antena
Yagi

3.      
Antena
Parabola

4.      
Antena
Omni

5.      
Antena
Sectoral

6.      
Antena
PVC

7.      
Anyena
Wajan Bolik

 

Type Antenna

       ANTENA OMNI DIRECTIONAL  Adalah Antenna yang arah pancarannya ke
segala arah

       ANTENNA DIRECTIONAL Adalah Antenna
yang arah pancarannya diarah kan  ke arah
tertentu

Panjang Antenna

       Pemancaran gelombang radio dapat
dipancarkan oleh Antena secara maksimal apabila panjang Antenna sesuai dengan
Panjang gelombang frekuensi radio yang akan dipancarkan (Matching)

       Pemancaran gelombang radio dapat
dipancarkan oleh Antena secara maksimal apabila panjang Antenna sesuai dengan
Panjang gelombang frekuensi radio yang akan dipancarkan (Matching)

       Rumus Panjang Antena :                              

      
Lamda
: Panjang Antenna (Frekuensi HF menggunakan ¼ Lamda)

       C  : Kecepatan Gelombang radio : 300.000.000
meter/detik

       f   : Frekuensi gelombang radio (Herz)

 

 SISTIM KELISTRIKAN DI KAPAL

Kapal merupakan
alat transportasi yang digunakan untuk mengantarkan /membawa orang dari satu
tempat ke tempat yang lain. Dalam hal berlayar layaknya sebuah rumah, kapal
membutuhkan system kelistrikan yang berguna untuk menunjang pengoperasian kapal
itu sendiri mulai dari penerangan hingga menghidupkan beberapa alat penunjang
lainnya seperti:

Pompa; steering
gear, alat navigasi dan lain sebagainya.

 

SISTIM
KELISTRIKAN DI KAPAL

Berikut
adalah penjelasan mengenai Sistem Kelistrikan Kapal (Electrical System).

  • Sumber Tenaga : Generator
    (Mesin Bantu / Auxiliary engine).
  • Tipe : AC  (bolak – balik) dan DC (searah);

     AC: biasanya untuk alat motor listrik
& lampu penerangan, blower, motor induksi ( Kipas Angin,Mesin cuci,pompa,
Konveyor,
Kompresor 

 

SISTIM
KELISTRIKAN DI KAPAL

       DC
: Biasanya untuk alat – alat system navigasi, elektronik, system control, laptop, computer

       Frekuensi : 50 Hz (1500rpm) / 60 Hz
(1800rpm) (daya 60Hz lebih Besar dibanding dengan 50hZ, sehingga 60Hz lebih
menguntungkan)

       Keteranagn: Listrik darat mempunyai
frekeunsi 50HZ.

       Daya Listrik Kapal: biasanya yang
dipakai 440v/60Hz atau 380V/50Hz

 

       Daya keluaran listrik dari generator menuju MSB (Main Switch Board)

       Untuk menurunkan / menaikkan tegangan digunakan Transformator. Penurunan tegangan digunakan untuk
pelaralatan seperti lampu dan peralatan low power signal seperti bridge
equipment, radio equipment.

       Untuk merubah AC ke DC atau
sebaliknya 
menggunakan power supply /
Adaptor/Rectifier/Inverter

       Untuk listrik yang berasal dari
pelabuhan (darat) PLN
= Listrik AC

       Untuk listrik yang berasal dari
generator
:
biasanya listrik AC.

       Untuk listrik yang berasal
menggunakan batterei
:
Listrik DC

Distribusi
Kelistrikan Kapal :

1.      
Generator

2.      
MainSwitchboard
/ Switchgear (berisikan bermacam-macam peralatan seperti busbar, circuit
breaker, reley proteksi, current Transformer b=voltmeter, ampermeter,dsb).

3.      
Distribusi
Board (pembagian dari MSB, seperti panel Distribusi penerangan,Distribusi Mesin
Pompa, Distribusi Pompa Main Engine).

4.      
Alat
/ Equipment

 

Generator
Utama

       Generator Sistem terdiri dari sebuah
Alternator dan driver yang digerakkan oleh mesin Disel. Beberapa kapal
dipasangkan dengan shaft generator yang dihubungkan dengan putaran mmesin induk
sehingga bias menjadi tambahan untuk memutar alternator dan menghasilakan
kelistrikan.

       Generator dibagi 2 : Generator AC
dan Generator DC. Biasanya ang digunakan adalah generator dengan Output AC
(karena mempunyai banyak keuntungan)

       Daya cadangan Generator disyaratkan
15% dari kebutuhan Daya Balance (BKI)

Kondisi pembebanan

       Cara memparalelkan Generator :
Intinya dalah menyamakan frekuensi dan beban yang diterima oleh Generator,
dengan cara mengatur Gavernor pada panel (naik/turunkan) dan menyingkronkannya
di indicator sinkronisasi (lampu hijau). Ada diruang control mesin.

       Mainswitchboard adalah alat
distribusi listrik yang mengambil listrik dari generator kemudian
mendistribusikannya ke peralatan yang membutuhkannya disemua bagian kapal.

       Listrik yang dihasilkan oleh
generator kemudian dikirimkan ke Main Switchboard dengan menggunakan Busbars.

 

Generator Emergency

      
Fungs
: Alat pengganti generator utama saat terjadinya Black Out

      
Peralatan
yang harus bias dihidupkan pada saat Emergency : Sesuai drngan SOLAS Chapter
II-1 dan BKI Volume IV (selama 36 jam) :

1.      
Lampu
penerangan

2.      
Lampu
navigasi (Anchor light, Mose Light,Mast Head light, Sid eLight).

3.      
Radio
Komunikasi

4.      
Sistim
Alarm dan Deteksi kebakaran

5.      
Peralatan
Navigasi (Radar,Compas,Echo Sounder,GPS).

6.      
Automatic
Sprinkler Pump

7.      
Sistim
Pintu kedap air

8.      
Steering
Gear Sistem

9.      
Pompa
bilga  / pompa fie fighting

 

Lokasi
Penempatan : Sesuai dengan peraturan BKI Volume IV, Letak Emergency Generator
harus terletak diatas geladak menerus dan dibelakang sekat tubrukan.

Cara
Mentenance : Uji Test Weekly.

Daya
untuk Sistem Emergency: Paling lama 45 detik setelh terjdinya kekaggalan dari
system daya listrik utama.

Semua
peralatan emergency dihubungkan dengan Emergency Switcboard, dimana Emergency
Switchboard ini jujga membagi tegangan menjadi 2 Yitu 440volt dan 220volt

 

Fungsi
Generator Listrik Diatas Kapal 

       Generator adalah suatu sistem yang
menghasilkan tenaga listrik dengan masukan tenaga mekanik, jadi disini fungsi
generator listrik untuk mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik.

       Generator Kapal merupakan Alat bantu
kapal yang berguna untuk memenuhi kebutuhan listrik diatas kapal.

       Dalam merencanakan sistem
kelistrikan kapal perlu diperhatikan kapasitas dari generator dan peralatan listrik
lainnya, besarnya kebutuhan maksimum dan minimum dari peralatannya.

      
Untuk
kebutuhan maksimum digunakan sebagai acuan dalam menentukan kapasitas generator
kapal. Dan untuk kebutuhan minimum digunakan sebagai acuan untuk menentukan
konfigurasi dari electric plan yang sesuai serta untuk menentukan kapan
generator kapal dioperasikan

 

Daya cadangan
harus dimasukkan perhitungan untuk menutup kebutuhan daya listrik kapal pada
puncak beban yang terjadi pada periode yang singkat, misalnya bila digunakan
untuk mengasut motor – motor besar. Jika dilihat secara regulasi BKI
mensyaratkan untuk daya keluar dari generator kapal sekurang-kurangnya
diperlukan untuk pelayanan dilaut harus 15% lebih tinggi daripada kebutuhan
daya listrik kapal yang ditetapkan dalam balans daya. Selain itu juga harus
diperhatikan faktor pertumbuhan beban untuk masa akan datang. Untuk menentukan
kapasitas generator di kapal dipergunakan suatu tabel balans daya yang mana
seluruh peralatan listrik yang ada kapasitanya atau dayanya tertera dalam tabel
tersebut

 

Dalam
penentuan electric balans BKI Vol. IV (Bab I, D.I) mengisyaratkan bahwa :

1.      
Seluruh
perlengkapan pemakaian daya yang secara tetap diperlukan untuk memelihara
pelayanan normal harus diperhitungkan dengan daya kerja penuh.

2.      
Beban
terhubung dari seluruh perlengkapan cadangan harus dinyatakan. Dalam hal
perlengkapan pemakaian daya nyata yang hanya bekerja bila suatu perlengkapan
serupa rusak, kebutuhan dayanya tidak perlu dimasukkan dalam perhitungan.

3.      
Daya
masuk total harus ditentukan, dari seluruh pemakaian daya yang hanya untuk
sementara dimasukkan, dikalikan dengan suatu faktor kesamaan waktu bersama
(common simultancity factor) dan ditambahkan kepada daya masuk total dari
seluruh perlengkapan pemakaian daya yang terhubung tetap.

4.      
Maupun
daya yang diperlukan untuk instalasi pendingin yang mungkin ada, harus dipakai
sebagai dasar dalam pemberian ukuran instalasi generator kapal.

 

Beban
kerja (load factor) generator kapal

Load factor
peralatan kapal didefinisikan sebagai perbandingan antara waktu pemakaian
peralatan pada suatu kondisi dengan total waktu untuk suatu kondisi dan nilai
load factor dinyatakan dalam persentase. Untuk peralatan yang jarang
dipergunakan diatas kapal dianggap mempunyai beban nol. Begitu juga untuk
peralatan yang bisa dikatakan hampir tidak pernah dipergunakan nilai load
faktornya juga dianggap nol seperti, fire pump, anchor windlass,
capstan dan boat winches.

 

Faktor
kesamarataan (diversity factor) generator kapal

Peralatan listrik
diatas kapalmemiliki karakter pembebanan yang spesifik dimana peralatan bekerja
tidak pada waktu pemakaian yang teratur dan secara bersamaan.
Adapun jenis pembebanan dalam operasional
peralatan listrik diatas kapal dibagi menjadi :

  1. Beban kontinyu (continous load)
    generator kapal.
    Ini merupakan peralatan yang dalam operasionalnya bekerja secara
    terus menerus pada kondisi pelayaran normal seperti,
    lampu-lampu navigasi, pompa uantu CPP, dll.
  2. b. Beban generator kapal
    terputus – putus (intermitten load).
    Peralatan yang dalam operasionalnya tidak
    bekerja secara kontinyu dalam pelayaran normal, melainkan berkerja secara
    periodik. Misalnya, pompa transfer bahan bakar kapal, pompa air tawar,
    dll.

Faktor kesamarataan ini didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah
dari kebutuhan daya intermitten yang beroperasi selama periode waktu tertentu
dengan jumlah dari total kebutuhan daya listrik kapal. Dalam BKI Vol IV, Bab
I,D.1.c, ditetapkan faktor kesamarataan dengan mempertimbangkan beban tertinggi
yang diharapkan terjadi pada waktu yang sama. Jika penentuan tepat tidaklah
mungkin, faktor kesamaan waktunya digunakan tidak boleh lebih kecil dari 0.5.

 

Perhitungan Kapasitas generator kapal

Dalam perhitungan kapasitas generator kapal selain load factor dan
faktor diversity ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

                    
a           
Kondisi kapal.Kondisi
kapal umumnya terdiri dari sandar atau berlabuh, manuver, berlayar, bongkar
muat dan emergency. Berbagai kondisi ini sangat tergantung dari jenis kapal.

                   
b           
Data peralatan kapal. Data ini dipergunakan untuk mengetahui jumlah daya atau beban yang
diperlukan dan jumlah unit yang tersedia diatas kapal. Data peralatan ini
berdasarkan perhitungan dan telah diverifikasi dengan data yang ada dipasaran.

                    
c           
Penggolongan
Peralatan kapal
 Peralatan
digolongkan berdasarkan :

– Kondisi kapal (poin ;
Letak atau fungsi (hull part, machinery part dan electrical part).

– Tipe beban (beban
kontinyu atau beban Intermitten).

Kemudian
semua data peralatan dengan memperhatikan beberapa hal diatas dimasukkan kedalam table balans daya
bgenerator kapal.     

Cara
merawat generator darurat di kapal :

1.      
Warning
up generator seminggu sekali.

2.      
Ganti
oli carter sesuai jam kerja.

3.      
Bersihkan
Fuel Oil dan Lubricating Oil filter sesuai dengan jamnya.

4.      
Cock
air radiator agar tetap penuh.

5.      
Check
timing belt.

6.      
Check
air battery.

7.      
 Chech
tegangan vateray (charging)

8.      
Arus
bolak balik.

Proses
terjadinya tenaga mekanik tenaga listrik ada beberapa  syarat :

1.      
Adanya
fluks yang timbul oleh dua buah magnet

2.      
Adanya
kawat penghantar

3.      
Adanya
putaran yang menyebabkan penghantar memotong fluks-fluks magnet

Battery

      
Fungsi
: Untuk membantu saat keadaan darurat seperti starting Generator Darurat tidak
bisa menyalakan  maka memakai Batterei
ini.

      
Peruntukan  : untuk Alat-alat 12 atau 24 Volt.

      
Peralatan
yang harus bias dihidupkan  : Selama 30
menit .

       Keluaran : Listrik DC

       Tipe : Lead Acid Type (murah) dan
Alkaline Type (mahal)

       Batterei Room harus tetap bersih dan
kering

Cara Maintenance
:

1.      
Plan
maintenance system harus dilaksanakan sesuai jadwal

2.      
Pengisian
secara berkala (pengisian untuk maintenance, pengisian normal, pengisian fst
charging).

3.      
Visual
inspection berkala

4.      
Function
test berkala

5.      
Pengukuran
dengan Ammeter

6.      
Pengukuran
ketinggian Elektrolit harus dipantau

 

Sumber Tenaga Listrik

Adalah Bagian
dari peralatan radio yang  menyediakan
tenaga listrik sesuai kebutuhan :

1.      
Uninterupted
Power Supplay (UPS)

2.      
DC
Power supplay

3.      
Battery

 

Interupted Power Supply UPS

       Sumber tenaga listrik untuk memenuhi
kebutuhan perangkat radio yang memiliki alat pengisian Batterai (Charger) dan
dihubungan ke Batterai sehingga Ketika sumber listrik utama padam peralatan
radio masih dapat bekerja tanpa mengganggu pengoperasian peralatan radio.

       DC Power Supply:  Sumber tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan
perangkat radio yang merubah tegangan listrik AC menjadi tegangan listrik DC

       Sumber tenaga listrik untuk memenuhi
kebutuhan perangkat radio berupa tegangan listrik DC dan dapat diisi Kembali bila
tegangan listriknya berkurang

       Kapasitas Batterai dinyatakan dalam AH
(Ampere Hours)

 

Susunan Battery

      
Untuk
memperbesar tegangan (Voltase) Battery disusun secara Seri

      
Untuk
memperbesar Arus (Amper) Accu disusun secara Pararel

      
Untuk
memperbesar Tegangan (Voltase) dan memperbesar Arus (Amper) Accu  disusun secara Gabungan (Seri Pararel)

 

Kapasitas Battery

q  KAPASITAS PENUH

  Tegangan Battery berkisar 2 volt

  BJ Asam Sulfat (H2SO4) = 1,26 sd
1,28

q   KAPASITAS KOSONG

  •    Tegangan Battery kurang dari 2 volt
  •    BJ Asam Sulfat (H2SO4) = 1,22 sd 1,19
Materi Lainnya:

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Materi TELEPHONY RADIO

Namakuzo

25 Aug 2023

TELEPHONY RADIO   1. Termasuk berita segera antara lain  :          A. Kehilangan kargo berbahayaB.  Kebakaran KapalC. KandasD. BUOY hanyut / hilang 2.  Motor vessel Antonia  B, Call Sign : DGPS, MMSI : 211100000, sailing from Jakarta to Manado on June  21, at  07.00 UTC on position 05 02’00”South 117 01’ 00” East, there is ship’s wheel damage …

Materi PERATURAN RADIO

Namakuzo

25 Aug 2023

PERATURAN RADIO Personil/Petugas stasiun Pantai dan stasiun bumi pantai di atur pada salah satu pasal (article) dalam peraturan radio ( Radio Regulation) di bawah ini yaitu: c. Pasal 47 Prosedur pengiriman marabaya Telephoni Radio dengan urutan yang benar: c. Tanda Marabahaya MAY DAY (3x), Kata This is, Nama stasiun bergerak yang dalam marabahaya (3x), Call …

Materi GMDSS

Namakuzo

25 Aug 2023

  GMDSS – GOC 1.       What will most likely happen if a satellite  elevation become very small?  A. communication through satellite will likely become difficult or impossible to estabilish. 2.       What is the fundamental concept of the GMDSS?  A. It is intended to automate and improve emergency communication in the maritime industry 3.       Which of …

Materi PERJANJIAN INTERNASIONAL

Namakuzo

25 Aug 2023

  PERJANJIAN INTERNASIONAL Apabila ada gangguan merugikan (harmful interference), dapat membahayakan: d. Fungsi layanan Radio navigasi, Layanan keselamatan lainnya, dan Operasi komunikasi Radio yang resmi Jasa Telekomunikasi Internasional tidak perlu memberikan prioritas terhadap komunikasi epidemiologi dari organisasi kesehatah dunia, bagaimana seharusnya: a. Harus memberikan prioritas mutlak. Telekomunikasi berdasarkan konstitusi pada pasal 35 menyangkut masalah dibawah …

Materi SERVICE DOCUMENT

Namakuzo

25 Aug 2023

SERVICE DOCUMENT A. List Of Coast Station (List-IV) Berapa Tahun sekali Buku Dimas List-IV di terbitkan, dan berapa bulan sekali supplement-nya di perbaharui?…. b. 2 Tahun sekali dan Supplement setiap 6 bulan. Berapa bahasa yang di gunakandalam penerbitan buku List-IV ini? B. 3 Bahasa (Francis, Inggris dan Spanypol) Dalam buku List-IV di “Heading Of The …

GMDSS Teori

Namakuzo

25 Aug 2023

  GMDSS – GOC 1.       What will most likely happen if a satellite  elevation become very small?  A. communication through satellite will likely become difficult or impossible to estabilish. 2.       What is the fundamental concept of the GMDSS?  A. It is intended to automate and improve emergency communication in the maritime industry 3.       Which of …

x
x